
"Yang berjiwa muda", katanya.
"Yang punya semangat juang membara", katanya.
"Yang cerdas dalam bertindak", katanya.
"Yang pintar mengkritisi kebobrokan negeri", katanya.
Dan, "yang mau berjuang mati-matian sampai nadi berhenti", katanya...
Adakah hati yang yang berbelas kau kerahkan untuk mereka yang hidup dalam ketidakpastian?
Atau sesederhana kau mencintai bumi pertiwi ini dengan semangat muda mu yang tak tertandingi.
Hai Pemuda! Kawanku juga
Cinta kita pada negeri takkan pernah terasa pabila tanpa tindak nyata
Bukan sekedar berkoar dijalanan mengkritisi kebobrokan, ya memang tak ada yang salah dengan itu
Namun, sudahkah nilai kecintaan dalam diri kau tabur, pupuk, sirami, sampai berbuah...
Meski kecil namun manis dirasa
Hai Pemuda! Kawanku juga
Hatiku bahkan menangis melihat banyaknya problema bangsa,
Namun apa daya?
Berjuang sendirian takkan memberi suatu hal yang signifikan bukan?
Belajar! Belajar! dan Belajar!
Jujur! Jujur! dan jujur!
Hatiku selalu tersentuh pada kalimat ini, "Negeri kita Indonesia sedang tidak kekurangan orang pintar, namun perlahan kering akan orang jujur"
Mari kerjakan hal sederhana dalam dirimu
Sesederhana kau berkata "aku mau jujur saat ujian" dan melakoni itu,
Sesederhana kau punya alasan mencintai Indonesia dibalik perkuliahan atau pekerjaanmu saat ini
Untuk berdampak kau butuh mata yang jelih tuk melihat problema bangsa dan kaki yang sigap tuk berlari bukan?
Hai Pemuda!
Mari bersama hadirkan Indonesia yang satu
Sekalipun dalam keberagaman suku, agama, budaya, Kita ini kaya!
Jangan dangkal pikiran dan mudah tersulut api yang memecahkan.
Sungguh..
Aku mencintaimu, Indonesia
Komentar
Posting Komentar